Bagi pemain pemula maupun yang sudah berpengalaman, memilih raket squash terbaik akan memengaruhi cara Anda bermain. Tujuannya adalah mengidentifikasi elemen-elemen yang paling sesuai dengan gaya bermain, tingkat kemampuan, dan karakteristik fisik masing-masing pemain. Detail berikut akan menjelaskan bagaimana membuat pilihan terbaik.
Berat raket akan menentukan cara Anda mengendalikan, ayunan, dan eksekusi pukulan. Raket ringan, yang memiliki berat antara 110 hingga 130 gram, paling cocok untuk pemain pemula atau yang menyukai kecepatan. Raket ringan memungkinkan pemain melakukan ayunan lebih cepat untuk merespons reli cepat, meningkatkan koordinasi tangan pemain. Sebaliknya, raket berat, dengan berat antara 140 hingga 170 gram, cocok untuk pemain tingkat lanjut. Pemain ini memiliki lengan yang kuat, mampu mengendalikan ayunan, serta mekanika permainan yang konsisten. Raket berat memberi pemain tambahan tenaga untuk pukulan dalam dan smash. Perlu diperhatikan bahwa raket yang terlalu berat dapat menyebabkan kelelahan, sedangkan raket yang terlalu ringan akan kurang stabil sehingga mengurangi ketepatan pukulan.

Dalam kasus raket squash, titik seimbang menunjukkan titik di mana berat raket terkonsentrasi. Titik seimbang dapat dikategorikan menjadi tiga jenis; kepala berat, kepala ringan, dan seimbang. Raket kepala berat berarti bobotnya terkonsentrasi di bagian kepala raket, sehingga memungkinkan pemain yang lebih agresif dan mengandalkan smash untuk mendapatkan daya pukulan yang lebih besar. Raket kepala ringan menggeser sebagian bobot ke gagangnya. Ini ideal bagi pemain yang lebih menyukai kendali dan gerakan cepat, seperti dalam pukulan defensif atau taktis. Raket seimbang cocok untuk pemain yang mencari keseimbangan antara daya dan kendali; raket ini dianggap sebagai pilihan serba guna bagi pemain tingkat menengah atau pemain dengan gaya bermain yang seimbang.
Ketegangan senar memengaruhi cara raket berinteraksi dengan bola. Ketegangan dalam kisaran 28-32 pon menghasilkan kontrol yang lebih baik karena senar menjadi kurang elastis dan tidak meregang terlalu banyak saat benturan. Hal ini memungkinkan penempatan pukulan yang lebih presisi untuk drop dan lob. Namun, kurangnya daya dan kontrol pada ketegangan tinggi menjadi lebih terasa, serta senar menjadi kurang toleran terhadap pukulan yang tidak tepat di tengah. Memiliki ketegangan senar dalam kisaran 22-26 pon menghasilkan lebih banyak daya karena senar berperilaku seperti trampolin dan mendorong bola lebih jauh, sehingga lebih mudah menghasilkan tenaga untuk smash. Bagi pemain yang mengandalkan kekuatan, kontrol tidak perlu menjadi perhatian utama. Pemain pemula atau pemain dengan gaya serang akan menemukan keseimbangan yang baik dengan ketegangan senar yang lebih rendah.
Kepala raket squash memiliki ukuran yang bervariasi. Ukuran standar berkisar antara 470 hingga 500 sentimeter persegi. Semakin besar ukuran kepala, semakin besar pula sweet spot-nya. Sweet spot adalah area pada senar tempat pukulan paling efektif dihasilkan. Hal ini sangat membantu bagi pemain pemula, karena peluang untuk melakukan pukulan efektif jauh lebih tinggi, meskipun waktu ayunan sedikit meleset. Sementara itu, kepala raket yang lebih kecil menawarkan sweet spot yang lebih kecil, tetapi memberikan ketepatan lebih bagi pemain tingkat lanjut. Kepala raket kecil juga cenderung lebih aerodinamis, sehingga mendukung ayunan yang lebih cepat.
Tingkat kemampuan Anda seharusnya menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Pemula sebaiknya memilih jenis raket yang mudah digunakan, yaitu yang ringan, ukuran kepala lebih besar, tegangan lebih rendah, serta keseimbangan datar atau cenderung ringan di bagian kepala. Karakteristik ini meningkatkan rasa percaya diri dan membantu pemula mengembangkan teknik yang tepat tanpa risiko cedera. Pemain tingkat menengah dapat memilih raket yang berada di tengah rentang spesifikasi, yaitu keseimbangan antara daya dan kendali, serta keseimbangan yang merata, karena mereka sudah lebih mampu menyempurnakan gaya permainan dan menghadapi situasi permainan yang lebih kompleks. Pemain tingkat lanjut cenderung memilih raket berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dan pemahaman terhadap gaya permainannya, dengan mempertimbangkan kekuatan mereka, misalnya raket yang berat di bagian kepala untuk daya pukul lebih besar atau raket yang ringan di bagian kepala untuk kendali yang lebih baik.
Selalu, jika Anda memiliki kesempatan, ujilah raket sebelum membelinya. Banyak toko olahraga dan klub menawarkan kesempatan untuk mencoba berbagai model dan memainkannya untuk melihat bagaimana performanya di lapangan. Anda akan mendapatkan kesempatan untuk merasakan bobot, keseimbangan, dan ketegangan senar, serta melihat seberapa responsif raket terhadap ayunan dan pukulan yang berbeda. Bagaimana perasaan raket saat Anda memegangnya. Apakah nyaman digenggam? Apakah mudah digerakkan saat reli cepat? Apakah kuat? Apakah memberikan kontrol yang Anda butuhkan? Mencoba raket akan sangat membantu dalam menentukan pilihan, karena setiap pemain memiliki kebutuhan yang berbeda.
Berita Terkini2025-11-27
2025-11-26
2025-11-25
2025-11-24
2025-11-21
2025-11-20